Setiap hari, roda kehidupan terus berputar tanpa pandang bulu. Bangun pagi, bersiap sekolah, mengerjakan tumpukan tugas, bahkan sebagian dari kita harus melakoninya sambil membanting tulang mencari nafkah. Rasa lelah adalah kepastian yang bersifat universal. Di dunia ini, semua orang merasakan capek baik si miskin maupun si kaya, tua maupun muda, presiden hingga rakyat jelata, seorang guru maupun siswanya.
Mengapa demikian? Karena Allah SWT memang telah mendesain dunia ini sebagai tempat berproses yang penuh perjuangan. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an Surah Al-Balad ayat 4:
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” (QS. Al-Balad [90]: 4)
Pertanyaan besarnya bukanlah bagaimana cara menghindari lelah, melainkan: Apakah lelah yang kita rasakan hari ini adalah lelah yang positif, atau justru sebaliknya?
Hukum Energi: Lelah Belajar vs Lelah Maksiat
Secara sunnatullah, lelah terjadi karena kita menggunakan energi. Tubuh dan jiwa kita ibarat sebuah sistem: apa pun yang menyerap energi, pada akhirnya harus melepaskan energi tersebut. Jika kita tidak mengarahkan energi itu untuk hal-hal yang positif, maka secara otomatis sebagian besar energi tersebut akan terlepas dan terbuang untuk hal-hal yang negatif atau sia-sia.
Pilihan kita dalam hidup ini sebenarnya sangat sederhana, karena apa pun jalannya, ujungnya tetaplah melelahkan:
- Belajar itu capek, tetapi tidak belajar (dan menanggung kebodohan) juga capek.
- Ibadah itu capek, tetapi menuruti hawa nafsu dalam maksiat pun menguras energi dan melelahkan.
Sama-sama menguras energi, sama-sama merasakan capek. Namun, bagaimana dengan hasilnya? Di sinilah garis pembeda yang nyata, seperti yang diperingatkan Allah dalam Al-Qur'an Surah Al-'Asr:
“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-'Asr [103]: 1-3)
Temukan Tujuan Besarmu
Setiap manusia tidak dihadirkan ke bumi ini tanpa alasan. Ada sebuah misi besar yang harus kita tunaikan. Konsep ini sejalan dengan sebuah petuah bijak yang sering digaungkan dalam prinsip pencarian jati diri:
"One comes to the world for one great cause."(Seseorang hadir ke dunia ini demi sebuah tujuan/misi yang besar).
Dalam sudut pandang Islam, tujuan besar itu adalah menjadi hamba Allah yang mengabdi dan membawa manfaat bagi semesta (rahmatan lil 'alamin).
Oleh karena itu, jangan sia-siakan energimu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat. Lelah di jalan kebaikan adalah investasi abadi, sedangkan lelah dalam kesia-siaan adalah kerugian yang nyata. Selamat berlelah-lelah dalam ketaatan, karena kelak di surga-Nya, semua rasa lelah itu akan dihapuskan.
#Selfinsight

0 Komentar